Inert Loop S-395

Cara aman untuk menangani pelarut organik dengan Mini Spray Dryer S-300

The safe way to spray dry organic solvents is to use the Inert Loop S-395 as the ideal accessory for your Mini Spray Dryer S-300. Its innovative design makes spray drying of organic solvents more environmentally friendly, cost-efficient and safe.

  • Rate of cooling:800 W (50Hz) and 920 W (60Hz) at 0°C
  • Temperature regulation range:-30 to +8 °C
  • Ambient temperature:5 – 35 °C
Inert Loop S-395

Hemat biaya

  • Konsumsi gas inert rendah
  • Recovery pelarut organik
  • Pemasangan cepat spray dryer skala lab
  • Hemat tempat berkat troli yang terintegrasi dengan Mini Spray Dryer S-300

Mendukung keberlanjutan lingkungan

  • Sistem "Closed loop" Mini Spray Dryer S-300 meminimalkan polusi dan menjaga lingkungan
  • Sirkuit pendingin spray dryer skala lab melakukan recovery pelarut organik (-30 °C)
  • Meniadakan kerusakan instrumen selama proses dengan pelarut organik

Aman

  • Memungkinkan Mini Spray Dryer S-300 untuk bekerja dengan pelarut organik secara aman
  • Spray drying bebas ledakan berkat atmosfer gas inert
  • Mencegah terjadinya ledakan berkat kontrol oksigen dan tekanan
  • Kombinasi opsional dengan Dehumidifier S-396 untuk campuran pelarut dengan air

Unduhan

Temukan dokumen lainnya

Aplikasi

Fleksibilitas yang tak tertandingi untuk berbagai aplikasi

Selama lebih dari 40 tahun, BUCHI telah mengembangkan solusi terbaik di pasar spray drying dan enkapsulasi skala laboratorium. Selama puluhan tahun, motivasi kami adalah untuk memahami dan memenuhi permintaan Anda dalam bidang teknologi pembentukan partikel di lab. Solusi kami yang dapat diandalkan dan disesuaikan untuk berbagai industri didukung dengan produk canggih, sistem inovatif, dan dukungan aplikasi yang sangat profesional.
  • Baterai

    Spray drying skala laboratorium merupakan teknik yang sangat berharga dalam penelitian baterai untuk pembuatan material elektroda. Metode ini memungkinkan pengendalian ukuran dan morfologi partikel secara presisi, sehingga menghasilkan elektroda dengan kinerja elektrokimia yang optimal. Spray drying menghasilkan partikel yang halus dan seragam, sehingga mendukung pengembangan baterai berkinerja tinggi. Teknik ini juga memfasilitasi pengembangan material elektroda dengan sifat yang lebih baik, seperti peningkatan konduktivitas dan stabilitas elektrokimia. Dengan menerapkan spray drying skala laboratorium dalam penelitian baterai, para peneliti dapat memajukan teknologi penyimpanan energi serta mengembangkan baterai yang lebih efisien dan andal untuk berbagai aplikasi

    Baterai
  • Bioteknologi

    Aplikasi: Enkapsulasi sel, bakteri, dan protein; transplantasi sel; serta biotransformasi. Metode: Pengeringan, enkapsulasi cairan, enkapsulasi padatan, mikronisasi, dan enkapsulasi sel. Instrumen yang digunakan: Mini Spray Dryer S-300, Nano Spray Dryer B-90, Encapsulator B-390/B-395, dan Lyovapor L-200/L-300

    Bioteknologi
  • Kimia/Material

    Spray drying skala laboratorium merupakan metode yang serbaguna dan efisien untuk menghasilkan berbagai material di bidang kimia dan ilmu material. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren penting, antara lain penerapan spray drying untuk nanomaterial, cat dan pelapis, serta katalis. Salah satu tren tersebut adalah pemanfaatan spray drying dalam sintesis nanomaterial. Teknik ini memungkinkan produksi nanopartikel dan material berstruktur nano dengan ukuran, morfologi, dan komposisi yang terkontrol. Dengan mengatur sifat-sifat tersebut, peneliti dapat mengembangkan material canggih dengan kekuatan mekanik yang lebih baik, konduktivitas yang meningkat, serta fungsi permukaan yang disesuaikan. Spray drying juga banyak digunakan dalam pembuatan cat dan pelapis. Dengan menghasilkan partikel yang halus dan seragam, teknik ini mendukung tercapainya sifat pelapis yang diinginkan, seperti warna yang lebih baik, daya tahan yang tinggi, dan pembentukan lapisan yang optimal. Hal ini mendorong pengembangan pelapis berkualitas tinggi dengan kinerja dan fungsionalitas yang lebih unggul. Selain itu, spray drying skala laboratorium berperan penting dalam pengembangan katalis. Melalui pengendalian ukuran partikel, komposisi, dan luas permukaan, teknik ini memungkinkan perancangan dan optimasi katalis untuk transformasi kimia yang efisien serta berbagai aplikasi lingkungan. Singkatnya, penerapan spray drying skala laboratorium di bidang kimia dan ilmu material terus berkembang, khususnya pada nanomaterial, cat dan pelapis, serta katalis. Perkembangan ini mendukung terciptanya material canggih, pelapis berkinerja tinggi, dan katalis yang efisien, sehingga mendorong inovasi di berbagai industri

    Kimia/Material
  • Kosmetik

    Aplikasi: Kosmetik dan pewangi. Metode: Pengeringan, enkapsulasi cairan, enkapsulasi padatan, dan mikronisasi. Instrumen yang digunakan: Mini Spray Dryer S-300, Encapsulator B-390/B-395, serta Lyovapor L-200/L-300

    Kosmetik
  • Makanan

    Aplikasi: Enkapsulasi bahan aditif, pelepasan terkendali, nutraseutikal, pangan fungsional, perisa, vitamin, protein, bakteri probiotik, konsentrat jus, dan susu bubuk. Metode: Pengeringan, enkapsulasi cairan, enkapsulasi padatan, dan mikronisasi. Instrumen yang digunakan: Mini Spray Dryer S-300, Encapsulator B-390/B-395, serta Lyovapor L-200/L-300

    Makanan
  • Farmasi

    Spray drying skala laboratorium merupakan proses penting dalam industri farmasi yang digunakan untuk formulasi dan pengembangan berbagai obat. Proses ini mengubah larutan atau suspensi cair menjadi serbuk kering melalui atomisasi dan penguapan cepat. Teknik ini memberikan sejumlah keuntungan, antara lain peningkatan stabilitas, bioavailabilitas, dan kemudahan penanganan. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa tren penting telah muncul. Salah satunya adalah pemanfaatan spray drying untuk memproduksi dispersi padat (solid dispersions), yaitu formulasi di mana obat terdispersi dalam matriks padat sehingga kelarutan dan laju disolusinya meningkat. Spray drying memungkinkan pembuatan serbuk dispersi padat dengan distribusi obat yang seragam, sehingga meningkatkan penghantaran dan efektivitas obat. Tren lainnya adalah pengembangan obat inhalasi. Teknik ini memungkinkan produksi serbuk kering yang sesuai untuk inhalasi, sehingga penghantaran obat ke sistem pernapasan menjadi lebih terarah. Obat inhalasi memberikan manfaat dalam penanganan penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Masking rasa juga merupakan aplikasi penting. Dengan mengenkapsulasi obat yang memiliki rasa tidak enak ke dalam partikel penutup rasa, penerimaan pasien terhadap sediaan oral dapat ditingkatkan. Hal ini sangat bermanfaat terutama bagi pasien anak dan lanjut usia. Selain itu, spray drying semakin banyak digunakan untuk mengembangkan formulasi pelepasan terkendali. Dengan memasukkan obat ke dalam matriks pelepasan berkepanjangan atau mengenkapsulasinya dalam mikrosfer maupun nanopartikel, pelepasan obat dapat diatur dalam jangka waktu tertentu. Pendekatan ini memungkinkan pengaturan dosis yang lebih optimal dan meningkatkan kenyamanan pasien. Secara keseluruhan, perkembangan spray drying skala laboratorium di bidang farmasi meliputi produksi dispersi padat, obat inhalasi, formulasi penutup rasa, dan sistem pelepasan terkendali. Inovasi-inovasi ini mendukung pengembangan sediaan obat baru dengan kelarutan yang lebih baik, penghantaran yang lebih terarah, kepatuhan pasien yang meningkat, serta profil pelepasan obat yang optimal.

    Farmasi